KETIK, BATU – Sujud Hariadi terpilih kembali sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu masa bakti 2025-2030. Direktur Utama PT Selecta tersebut terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Badan Pengurus Cabang (BPC) PHRI Kota Batu di Batusuki Hotel, Kamis 6 Januari 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Sujud menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas layanan hotel dan restoran. Dengan semangat kebersamaan, tentunya kesuksesan akan mudah diraih.
"Kita bekerja bersama-sama dengan seluruh anggota untuk meningkatkan kualitas, baik hotel, restoran, maupun sektor oleh-oleh," ujarnya.
Menurut Sujud, saat ini perhotelan menghadapi tantangan besar. Hal ini terkait efisiensi anggaran pemerintah sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.
Kondisi serupa pernah terjadi saat pandemi Covid-19. Kala itu, pemerintah melarang seminar dan rapat di hotel, yang berdampak besar pada industri perhotelan dan restoran.
Baca Juga:
Baik Film Festival 2026 Kota Batu Sukses Digelar, Ini Daftar Para Pemenangnya"Kita akan bekerja sama dengan pihak swasta untuk mengadakan acara-acara reguler yang dapat mendukung sektor perhotelan dan restoran," jelasnya.
Sementara itu, Pj. Wali Kota Batu Aries Agung Paewai menyampaikan harapan bahwa Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) untuk terus menjadi motor penggerak kemajuan pariwisata Kota Batu yang lebih inklusif, adaptif, dan berdaya saing.
"Soliditas antar anggota PHRI menjadi fondasi yang kokoh dalam menghadapi dinamika industri pariwisata," ujarnya saat menghadiri Musyawarah Cabang Badan Pengurus Cabang (BPC) PHRI Kota Batu.
Aries mengungkapkan bahwa PHRI sebagai mitra strategis pemerintah terus aktif dalam mempromosikan Kota Batu sebagai Kota Pariwisata dan Kota Agro Kreatif. Ekonomi kreatif Kota Batu bersinergi antara sektor pariwisata dan pertanian.
Baca Juga:
Ketahuan Saat Beraksi! Maling Motor di Kota Batu Tumbang Usai Dilawan Korban dan Dikepung Warga"Kita harus menyadari bahwa Batu memiliki potensi besar sebagai kota wisata berbasis pertanian. Mengintegrasikan pariwisata dengan produk-produk pertanian lokal dapat menjadi daya tarik yang unik dan memberikan nilai tambah bagi wisatawan," jelasnya.(*)