KETIK, BONDOWOSO – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso melakukan sidak terhadap 19 lapak ternak, Jumat (14/6/2024). 

Kegiatan yang dilaksanakan jelang Idul Adha 1445 H itu untuk memastikan hewan ternak yang dijual sehat. 

Menurut Kabid Keswan Kesmavet dan P2HP pada Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso, drh. Cendy Herdiawan, lapak ternak yang disidak berada di sekitar perkotaan dan beberapa titik lainnya. 

Sebelum itu, pihaknya telah menyebarkan Google Form ke para petugas Disnakkan untuk mendata  lapak-lapak yang menjual hewan qurban di Bondowoso.

“Para petugas melakukan pemeriksaan antemortem yaitu sebelum dipotong,” urainya. 

Baca Juga:
Plastik Masih Mahal, Pemkot Batu Dorong Panitia Kurban Pakai Kemasan Ramah Lingkungan

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, petugas paling banyak menemukan adanya iritasi pada mata ternak karena disebabkan tranportasi atau perjalanan. 

Mengenai infeksi virus Orf atau juga dikenal sebagai Ecthyma Contagiosum atau Dermatitis Pustular, terutama pada kambing ataupun domba menyerupai cacar pada manusia dan masih bisa diobati.

Ia memastikan bahwa pihaknya telah meminta kepada para pedagang, agar hewan kurban yang sakit hendaknya tidak dijual atau diafkir. 

Namun begitu, pria yang akrab disapa dokter Cendy itu memastikan bahwa setiap lapak yang telah diperiksa pasti akan ditempeli stiker.

Baca Juga:
Bertema “Bismillah Bisa Qurban", Laznas Dewan Dakwah Luncurkan Program Kurban 1447 H

Stiker ini yang menunjukkan bahwa ternak di lapak tersebut sudah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat.

"Kalau lapak yang sekarang sampai dengan kemarin masuk di data kami ada sekitar 19. Memang ada sedikit penurunan dari tahun kemarin artinya jumlah pedagang ini tidak sebanyak tahun lalu,” pungkasnya.(*)