Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, menyampaikan bahwa peningkatan okupansi ini terpantau sejak Sabtu, 10 Mei 2025. Bahkan, beberapa penginapan yang terdaftar di online travel agent (OTA) hampir sepenuhnya terisi, dan sebagian hotel dilaporkan menembus angka okupansi 100 persen, meskipun ada juga yang berada di kisaran 50-80 persen.

"Rata-rata pengusaha hotel menaikkan room rate mulai Rp400 ribu hingga menyentuh jutaan rupiah per malam," kata Sujud pada Rabu, 14 Mei 2025.

‎Sujud menambahkan bahwa puncak okupansi terjadi pada Minggu, 11 Mei 2025, sebelum kemudian menurun menjadi 65 persen pada Senin, 12 Mei 2025, dan kembali turun menjadi 55 persen pada Selasa, 13 Mei 2025.

‎"Di hari Selasa beberapa wisatawan sudah bersiap untuk kembali ke daerah asalnya. Karena besoknya kembali melakukan aktivitas," ujarnya.

Baca Juga:
Baik Film Festival 2026 Kota Batu Sukses Digelar, Ini Daftar Para Pemenangnya

Pada hari biasa, tingkat okupansi hotel di Kota Batu hanya sekitar 50 persen. Oleh karena itu, momen libur panjang dimanfaatkan sejumlah hotel untuk menaikkan harga kamar. Terutama hotel bintang empat cukup diminati wisatawan.

‎"Setidaknya libur panjang ini kembali menggeliatkan roda pariwisata di Kota Batu setelah liburan lebaran lalu," ujar Sujud. (*)

Baca Juga:
Ketahuan Saat Beraksi! Maling Motor di Kota Batu Tumbang Usai Dilawan Korban dan Dikepung Warga