KETIK, JOMBANG – Beredarnya kabar dugaan penggerebekan yang menyeret nama Kepala Desa Podoroto, Jombang, di salah satu hotel Kota Mojokerto, ternyata merupakan kesalahpahaman.

Kades Podoroto, Adhim, menjelaskan kejadian itu bermula dari pertemuan tiga orang terkait urusan pekerjaan.

Dalam pertemuan tersebut sempat terjadi perselisihan.

“Memang ada pertemuan bertiga, urusan pekerjaan. Sempat memanas, lalu diselesaikan di Polsek dan selesai saat itu juga,” kata Adhim, saat dikonfirmasi pada Rabu, 7 Januari 2026.

Adhim menegaskan tidak ada unsur penggerebekan ataupun hal lain di luar persoalan tersebut. 

Baca Juga:
Sudah Dibatin Sejak 7 Tahun Lalu, Belgian Blue Dipilih Gubernur Khofifah untuk Kurban Idul Adha 1447 H

Ia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

“Jadi tidak ada apa-apa, hanya salah paham saja,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang kepala desa di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, dikabarkan digerebek bersama perempuan di dalam kamar hotel Kota Mojokerto.

Informasi yang dihimpun dari tokoh masyarakat menyebutkan, oknum Kepala Desa Podoroto berinisial ADM tersebut diamankan bersama seorang perempuan di dalam kamar hotel. 

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Kunjungi Ternak Sapi dan Unta Berkah Wafa Farm Ngoro Kabupaten Mojokerto

Perempuan yang bersangkutan diketahui berinisial IAS warga Carangrejo, yang disebut-sebut diduga merupakan staf PMD (Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) di wilayah Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. (*)