KETIK, AGAM – Kementerian Pertanian (Kementan) tancap gas mengamankan stok pangan nasional. Tak tanggung-tanggung, aksi tanam padi serempak dilakukan di lahan seluas 50 ribu hektare yang tersebar di 25 provinsi Jumat (1/5/2026). Langkah ekspres ini diambil untuk membentengi produksi dari ancaman kemarau panjang sekaligus memulihkan lahan pascabencana.

Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjadi titik pusat gerakan masif ini. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, merinci bahwa total luasan tersebut mencakup lahan optimalisasi (oplah), cetak sawah rakyat (CSR), hingga rehabilitasi lahan terdampak bencana.

"Kuncinya ada di pengawalan lapangan. Penyuluh dan petani harus memastikan lahan yang siap langsung ditanami agar hasilnya optimal," tegas Idha. Ia menambahkan, penggunaan teknologi seperti rice transplanter hingga drone pertanian dikerahkan untuk mengakali keterbatasan tenaga kerja dan mempercepat proses tanam.

Strategi Lawan Kekeringan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang hadir secara daring, melontarkan apresiasi tinggi bagi sinergi pemerintah daerah dan petani. "Ini komitmen bersama untuk swasembada. Kita terus dorong cetak sawah dan optimalisasi lahan secara nasional," ujarnya.

Baca Juga:
Wamentan Sudaryono Sebut HKTI Mitra Strategis Pemerintah di Sektor Pangan

Senada, Sekjen Kementan Suwandi menyebut gerakan ini adalah taktik mitigasi menghadapi puncak kemarau pada Agustus mendatang. Kementan pun sudah mengirim "surat cinta" kepada para kepala daerah untuk siaga penuh.

Sejumlah langkah strategis disiapkan:

  • Akselerasi Tanam: Memanfaatkan sisa air hujan untuk tanam serempak.
  • Pompanisasi Masif: Memastikan suplai air ke lahan tetap terjaga.
  • Infrastruktur Air: Pembangunan embung, long storage, dan sumur bor dipercepat.
  • Benih Unggul: Petani didorong menggunakan varietas tahan kekeringan.

Daerah Menyambut Positif

Dukungan mengalir dari daerah, salah satunya Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari. Ia menyebut bantuan sarana produksi dan program CSR dari pusat adalah berkah bagi daerahnya.

Baca Juga:
Gelar Halal Bihalal, PPPI Trenggalek Bertekad Jaga Eksistensi Sebagai "Pejuang Ketahanan Pangan"

"Kami optimistis bisa meningkatkan produksi dan memperkuat posisi sebagai penyangga pangan nasional," cetusnya.

Melalui sinergi pusat-daerah yang kencang, Kementan yakin produksi nasional tetap terjaga meski dihantam tantangan perubahan iklim yang kian dinamis. (*)