KETIK, BLITAR – Suasana hangat bercampur khidmat menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Hotel Grand Mansion, Kota Blitar, Sabtu 18 April 2026. Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang temu lintas generasi prajurit dan masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dalam menjaga keutuhan bangsa.
Mengusung tema “Garda Senyap untuk Negeri”, kegiatan dihadiri prajurit aktif, purnawirawan, unsur Forkopimda, hingga tokoh pemuda. Kebersamaan itu terasa cair seperti denyut sunyi yang tetap bekerja, namun berdampak nyata bagi stabilitas daerah.
Ketua panitia, Kapten Infanteri Riyadi, menegaskan bahwa makna “senyap” bukan berarti tanpa peran, melainkan bekerja tanpa pamrih dan tetap siaga dalam setiap kondisi.
“Kopassus selalu hadir dalam diam, tapi dengan komitmen penuh menjaga kedaulatan negara. Ini bukan hanya sejarah, tapi juga tanggung jawab yang terus kami jalankan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan berbagai elemen. Menurutnya, kekuatan pertahanan tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh dari kepercayaan dan dukungan masyarakat.
Baca Juga:
Semangat Kartini Harus Jadi Aksi Nyata, Wawali Elim Tyu Samba Dorong Perempuan Kota Blitar Jadi Penggerak Perubahan“Sinergi adalah kunci. Kami ingin Kopassus selalu dekat dengan rakyat, dari situlah kekuatan itu lahir,” imbuhnya.
Apresiasi juga datang dari Mayor (Purn) Kasmolan, seorang purnawirawan prajurit korps baret merah. Ia menilai kegiatan seperti ini mampu menjaga semangat juang sekaligus mempererat ikatan emosional antaranggota korps, baik yang masih aktif maupun yang telah purna tugas.
“Kami bangga melihat generasi sekarang tetap memegang teguh nilai dan kehormatan Kopassus. Tradisi ini harus terus hidup,” tuturnya.
Menurutnya, profesionalisme prajurit harus selalu berjalan beriringan dengan kedekatan terhadap masyarakat. Hal itu menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap TNI.
Baca Juga:
Agus Zunaidi Tak Ingin Dicalonkan Lagi, PPP Blitar Menatap Arah BaruRangkaian acara diisi dengan doa bersama, sambutan, serta ramah tamah yang berlangsung akrab. Tidak ada kemegahan berlebihan, namun justru kesederhanaan itu yang mempertegas makna kebersamaan. (*)