KETIK, MALANG – Prestasi membanggakan ditorehkan Plt Direktur RSUD Kanjuruhan dr Bobi Prabowo Sp.EM KEC M.Biomed. Ia meraih predikat Dokter Teladan Nasional 2024 kategori Dokter Inovasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI).

Penghargaan itu diserahkan ketika Penganugerahan Tenaga Medis, Tenaga Kesehatan Teladan dan Kader Berperestasi di Jakarta, Selasa, (13/8/2024).

dr Bobi Prabowo Sp.EM KEC M.Biomed memiliki sumbangsih berbagai inovasi di bidang kesehatan. Selama menjabat Plt Direktur RSUD Kanjuruhan, ia berhasil menyulap rumah sakit tersebut menjadi lebih baik lagi.

Baik dari layanan yang semakin baik, hingga menghadirkan sejumlah alat kesehatan canggih pada bulan Maret 2024 lalu.

Diberitakan Ketik.co.id sebelumnya, sejumlah alat canggih yang dihadirkan salah satunya adalah ESWL. Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) memungkinkan pasien batu ginjal mendapatkan perawatan tanpa melalui metode pembedahan.

Baca Juga:
Usulan Hak Interpelasi PDI Perjuangan Soal Wabup Malang Picu Reaksi Gerindra, Adeng Ajak Dialog Santai di Masjid

Alat canggih lainnya adalah ada Neuronavigasi yang berfungsi untuk memandu batas kepala dan tulang belakang pada saat dilakukan pembedahan.

dr Bobi juga menyulap tempat layanan pendaftaran RSUD Kanjuruhan menjadi lebih modern layaknya di lobi hotel. Pada tahun 2024, dokter ia juga menyabet prestasi Top BUMD.

Sejumlah inovasi di RSUD Kanjuruhan ini membuatnya baru saja meraih penghargaan dari Kemenkes. Dalam keterangan tertulis, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi para dokter, tenaga medis dan tenaga kesehatan yang telah meraih penghargaan pada kesempatan tersebut.

"Saya mengucapkan selamat kepada Kader Teladan, Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan atas prestasi luar biasa ini," ujarnya dalam sambutan.

Baca Juga:
Hak Angket-Interplasi Disuarakan Terkait Polemik Wabup Malang Temui Wapres, Fraksi Gerindra: Jangan Prematur Menilai!

Ia menyebutkan, perkembangan peraih penghargaan ini patut diamati. "Karena nanti, lima, sepuluh atau lima belas tahun lagi mereka menjadi pimpinan sektor kesehatan Indonesia," tuturnya. (*)