KETIK, BATU – ‎Keindahan alam Kota Batu berpotensi menjadi studio alam yang menarik untuk membuat produk film. itu karena, kekayaan alam kota wisata tersebut merupakan harta karun yang bisa dikenalkan melalui film.

‎Hal itu diutarakan Sineas Muda asal Kota Batu, Lingga Galih Permadi. Menurutnya, dengan menjadikan Kota Batu sebagai lokasi pembuatan film, akan berdampak positif bagi pariwisata ke depan. 

‎"Panorama alam di Kota Batu bisa dijadikan tempat yang bagus untuk memproduksi film. Pegunungan yang asri dan hamparan pertanian yang hijau adalah potensi yang indah," katanya, 20 April 2025.

‎Menurut Lingga, saat ini dunia perfilman nasional sedang bergairah. Hal ini dapat diketahui dari ramainya bioskop-bioskop di berbagai daerah yang menawarkan film, termasuk film nasional.

Dengan kondisi itu, menurutnya memberikan semangat tersendiri bagi Sineas untuk terus berkarya melalui film. 

Baca Juga:
Baik Film Festival 2026 Kota Batu Sukses Digelar, Ini Daftar Para Pemenangnya

‎"Kondisi ini harus kita jadikan peluang untuk mempromosikan Kota Batu. sehingga Kota Batu semakin dikenal masyarakat melalui film," jelasnya.

‎Sineas asal Kota Batu, Lingga Galih Permadi. (Dok. Pribadi)

‎Lingga menyebutkan, beberapa lokasi saat ini menjadi lokasi destinasi wisata usai film diproduksi. Seperti film lokasi Film Ada Apa Dengan Cinta di Yogyakarta atau Film 5 Cm di Gunung Semeru. Keduanya saat ini ramai dikunjungi masyarakat.

‎"Ada juga bekas pembuatan film perjuangan yang akhirnya sekarang juga jadi destinasi wisata," ungkapnya. 

Baca Juga:
Ketahuan Saat Beraksi! Maling Motor di Kota Batu Tumbang Usai Dilawan Korban dan Dikepung Warga

‎Tidak hanya itu, menurut Lingga, Film juga bisa menjadi sarana untuk mengangkat ekonomi kreatif. Antara lain bisa mengangkat potensi UMKM, Fashion maupun produk kreatif lainnya. Karena Syuting film tidak melulu di tempat wisata.  

‎"Film itu fleksibel, kita bisa merajut ke semua 17 subsektor itu bersama-sama di bidang film," pungkasnya.(*)