KETIK, SURABAYA – Angka kriminalitas di Kota Surabaya bisa dibilang cukup tinggi. Berdasarkan data Polrestabes Surabaya selama Juni 2024 terdapat 405 kasus. Dari angka tersebut curanmor masih mendominasi dengan angka 298 kasus.
Menyikapi hal tersebut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memperbanyak pemasangan kamera pengawas (CCTV) di berbagai titik yang disinyalir rawan kejahatan.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni mengatakan seharusnya pemasangan CCTV tidak hanya dilakukan di jalan utama saja, tetapi dilakukan merata hingga ke jalan penghubung antar RT.
Keberadaan CCTV sangat krusial untuk membantu pihak penegak hukum mengungkap kasus kejahatan yang masih marak terjadi di Kota Pahlawan.
“Jadi, biar ada petunjuk ke penegak hukum. Agar kasusnya dapat dipecahkan," kata Fathoni, Sabtu, 19 Oktober 2024.
Baca Juga:
Skema Baru SPMB Surabaya, Nilai TKA Kini Berkontribusi 40 Persen di Jalur PrestasiLebih lanjut, Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Surabaya tersebut menambahkan, meningkatkan stabilitas keamanan harus dijadikan program prioritas oleh paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang sedang berlaga saat ini.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan yakni meningkatkan keamanan adalah dengan memperbanyak pemasangan CCTV di berbagai titik.
"Pemasangan dan pemeliharaan CCTV harus jadi program prioritas Paslon Eri dan Armuji," tambahnya.
Menurutnya, pemasangan CCTV memang tidak serta merta menghapus atau menghilangkan tindak kejahatan di Kota Surabaya, tetapi dengan adanya CCTV dapat memperkecil ruang pelaku kejahatan.
Baca Juga:
Tak Main-Main! Eri Cahyadi Targetkan Surabaya Raih 250 Emas di Porprov 2027"Ya memang tidak untuk menghapus kejahatan. Tetapi setidaknya ruangnya bisa kita perkecil," pungkasnya.(*)