KETIK, MALANG – Warga Kota Malang kembali mengeluhkan tingginya harga kebutuhan pokok di pasaran. Keluhan tersebut ditanggapi Pemkot Malang dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di beberapa kelurahan.
Salah satu keluhan datang dari Sri Nurwati, warga Watu Gong, Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru. Ia mengaku sempat membeli beras SPHP di warung dekat rumahnya.
Untuk 5 kilogram beras, ia harus membayar Rp 62.000, nilai tersebut menurutnya cukup tinggi jika dibandingkan dengan harga beras di GPM. Begitu pula dengan harga minyak di warung seharga Rp 38.000 dan dapat ia beli di GPM hanya dengan Rp 35.000.
"Saya kemarin beli beras SPHP di warung. Itu yang 5 kilogram harganya Rp 62.000, tapi di sini hanya Rp 51.000. Kalau lahap 5 kilogram harganya di luar Rp 75.000 tapi di sini Rp 73.000 jadi beda jauh," ujar Nurwati saat berbelanja di GPM, Selasa (19/3/2024).
Naiknya harga sembako telah ia rasakan sejak selesainya Pandemi Covid-19. Setiap tahun ia selalu dihadapkan dengan kenaikan harga yang cukup menyulitkan kondisi perekonomiannya.
"Saya rasa sembako mulai naik setelah pandemi. Kalau akhir ini bahan pokok mulai naik setelah tahun baru pada bulan Desember 2023. Seperti beras, minyak, gula, telur itu sembako yang mulai naik," lanjutnya.
Hasil perjuangannya untuk antri sejak pukul 07.00 WIB membuahkan hasil. Ia pun memutuskan untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng.
"Adanya GMP ini sangat membantu karena selisih bahan pokok yang ada di sini dan di luar sana sangat banyak. Bagi ibu rumah tangga selisih Rp 1.000-3.000 kan lumayan," tuturnya.
Sementara itu Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjelaskan dari hasil peninjauan diketahui bahan pokok lain yang mengalami kenaikan ialah daging ayam. Tiap satu kilogram daging ayam kini telah menginjak harga Rp 39.000 dari harga awal Rp 30.000.
"Kalau telur itu ada yang Rp 30.000 - 31.000 per kilogram. Kemudian gula, bawang putih, cabai, itu relatif stabil. Di GPM, telur hanya dijual Rp 29.000 per kilogram, ayam segar itu Rp 31.000," jelas Wahyu. (*)
Warga Keluhkan Bahan Pokok Mahal, Pemkot Malang Gelar Lagi Gerakan Pangan Murah
19 Maret 2024 07:50 19 Mar 2024 07:50
Lutfia Indah, Gumilang
Redaksi Ketik.com
Wahyu Hidayat bersama warga yang datang ke GPM di Tlogomas. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)
Tags:
Gerakan Pangan Murah GPM Kota Malang Kota Malang Sembako Mahal kenaikan harga sembako harga bahan pokok Warga MengeluhBaca Juga:
Tiga Spot Mie Ayam Paling Digemari di Kota Malang, Wajib Masuk Daftar KulineranBaca Juga:
Setumpuk Stirfry Hadir di Kota Malang, Sajikan Oseng Unik dengan Robot dan 6 Bumbu NusantaraBaca Juga:
Parkir Sembarangan di Kayutangan Heritage, 21 Motor Ditindak Dishub Kota MalangBaca Juga:
Viral Getok Parkir di Kayutangan Heritage Malang, Pelaku Diburu PolisiBaca Juga:
Viral Lagi Aksi Getok Parkir Kayutangan Malang, Wisatawan Dimintai Rp25 RibuBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
2 Mei 2026 18:52
Target Tambah Pasar SNI Tiap Tahun, Diskopindag Malang Ungkap Kendala Zonasi
2 Mei 2026 16:46
Hidupkan Kios Mati, Diskopindag Malang Bidik Pasar Sepi Jadi Sentra Kuliner
2 Mei 2026 16:31
Hardiknas 2026, Disdikbud Kota Malang Tuntaskan Tumpang Tindih Data 4.000 Anak Tidak Sekolah
2 Mei 2026 15:24
Peringati Hardiknas 2026, UB Berikan Penghargaan Pada 61 Dosen yang Rampung S3
1 Mei 2026 19:52
Peringatan Hari Buruh, Ketua DPRD Kota Malang Soroti Pemenuhan Hak Pekerja Informal
1 Mei 2026 17:59
Berbeda! Aksi Moshing Warnai Peringatan Hari Buruh di Kota Malang
Trending
UPTD SDN Ombul 2 Sampang Raih Juara 3 Lomba Inovasi Pendidikan 2026
Warga Bengbulang Cilacap Tasyakuran Jalan Baru, Aspirasi Legislator Golkar Moro
Kisah Guru Yasi yang Sukses Ajarkan Anak Tunarungu Pacitan Menari dengan Mata
Temu Kangen Alumni MAN 1 Tulungagung Angkatan 2004, 22 Tahun Terpisah Kini Kembali Eratkan Silaturahmi
