KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang memberikan dukungan anggaran sekitar Rp 700 juta untuk Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Malang. Anggaran tersebut untuk pembinaan, hingga penyelenggaraan event Festival Olahraga Masyarakat Kota (Forkot) I Kota Malang.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi menjelaskan selama latihan, penggiat olahraga masih menggunakan dana swadaya.
"Swadaya itu yang selama ini dilakukan untuk latihan, tapi kalau penyelenggaraan event seperti Forkot I, kita juga support dari APBD. Untuk total anggarannya dalam rangka Forkot ini kurang lebih Rp700 juta," ujar Baihaqi, Rabu (10/7/2024).
Total anggaran tersebut digunakan untuk 27 cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Forkot I Kota Malang. Sedangkan pada pelaksanaan Forda II Jatim nanti terdapat sekitar 37 cabor yang dipertandingkan.
Menurut Baihaqi, anggaran Rp 700 juta dinilai kurang maksimal untuk melakukan pembinaan. Untuk itu kolaborasi dan swadaya masih harus dilakukan termasuk dengan APBN hingga pihak swasta.
"Kalau dikatakan cukup ya tidak. Tapi ini kan kami sudah menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Makanya kolaborasi, swadaya itu menjadi penting karena ini kan untuk pembinaan olahraga itu harus disupport melalui perusahaan, APBD, APBN," tambahnya.
Baihaqi menjelaskan pembinaan olahraga tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Antara olahraga prestasi yang dibina oleh KONI serta olahraga masyarakat oleh KORMI harus digalakkan untuk menciptakan kebugaran warga Kota Malang.
"Kita punya KONI, ada Kormi juga. Jadi ini harus terus berkolaborasi agar olahraga prestasi maupun olagraga masyarakat terus digalakkan di Kota Malang supaya masyarakat kita benar-benar sehat dan bugar," katanya.
Kendati dengan dana yang terbatas, Pemkot Malang mengaku optimistis penggiat olahraga masyarakat mampu berprestasi dan meraih juara umum di Forda II Jatim pada November 2024 yang akan digelar di Kota Surabaya.
"Kalau pembinaanya teman-teman ini sangat giat sekali di masyarakat, latihan-latihan di stadion itu. Bahkan setiap Sabtu itu kita sediakan fasilitas, supaya mengadakan senam bersama," lanjutnya.
Baihaqi berharap Kota Malang mampu menyusul Kota Surabaya yang meraih posisi pertama di Forda I Jatim lalu. Terlebih Kota Malang hanya selisih dua emas dengan Kota Surabaya.
"Hanya selisih dua emas dengan Surabaya, kalau secara total perak sama perunggu kita melebihi. Karena dihitungnya emas, kita nomor dua. Tapi kalau ditotal emas, perak, perunggu lebih banyak Kota Malang. Itu peringkat 2 dari 21 kota/kab di Jawa Timur," tutupnya.(*)
Pemkot Malang Support Rp700 Juta untuk Kormi, Biaya Latihan Ditanggung Swadaya
10 Juli 2024 08:22 10 Jul 2024 08:22
Lutfia Indah, Mustopa
Redaksi Ketik.com
Salah satu cabang olahraga masyarakat di KORMI Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)
Tags:
KORMI Kota Malang Disporapar Kota Malang Kota Malang FORDA II JatimBaca Juga:
Tiga Spot Mie Ayam Paling Digemari di Kota Malang, Wajib Masuk Daftar KulineranBaca Juga:
Setumpuk Stirfry Hadir di Kota Malang, Sajikan Oseng Unik dengan Robot dan 6 Bumbu NusantaraBaca Juga:
Parkir Sembarangan di Kayutangan Heritage, 21 Motor Ditindak Dishub Kota MalangBaca Juga:
Viral Getok Parkir di Kayutangan Heritage Malang, Pelaku Diburu PolisiBaca Juga:
Viral Lagi Aksi Getok Parkir Kayutangan Malang, Wisatawan Dimintai Rp25 RibuBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
2 Mei 2026 18:52
Target Tambah Pasar SNI Tiap Tahun, Diskopindag Malang Ungkap Kendala Zonasi
2 Mei 2026 16:46
Hidupkan Kios Mati, Diskopindag Malang Bidik Pasar Sepi Jadi Sentra Kuliner
2 Mei 2026 16:31
Hardiknas 2026, Disdikbud Kota Malang Tuntaskan Tumpang Tindih Data 4.000 Anak Tidak Sekolah
2 Mei 2026 15:24
Peringati Hardiknas 2026, UB Berikan Penghargaan Pada 61 Dosen yang Rampung S3
1 Mei 2026 19:52
Peringatan Hari Buruh, Ketua DPRD Kota Malang Soroti Pemenuhan Hak Pekerja Informal
1 Mei 2026 17:59
Berbeda! Aksi Moshing Warnai Peringatan Hari Buruh di Kota Malang
Trending
UPTD SDN Ombul 2 Sampang Raih Juara 3 Lomba Inovasi Pendidikan 2026
Warga Bengbulang Cilacap Tasyakuran Jalan Baru, Aspirasi Legislator Golkar Moro
Kisah Guru Yasi yang Sukses Ajarkan Anak Tunarungu Pacitan Menari dengan Mata
Temu Kangen Alumni MAN 1 Tulungagung Angkatan 2004, 22 Tahun Terpisah Kini Kembali Eratkan Silaturahmi
