KETIK, SLEMAN – Di bawah naungan atap joglo Pendopo Parasamya, Senin, 6 April 2026, suasana Syawalan Pemerintah Kabupaten Sleman terasa lebih dari sekadar seremoni maaf-memaafkan.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, hadir membawa pesan mendalam mengenai integrasi nilai spiritual ke dalam kerja birokrasi. Bagi Sultan, Ramadan dan Idulfitri adalah satu siklus utuh yang pada hakikatnya merupakan kesatuan ibadah guna menstimulasi "potensi nurani" masyarakat dalam menghadapi tantangan berbangsa.
Dalam pidatonya di hadapan jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman, Sri Sultan HB X menekankan bahwa keharuan berpisah dengan Ramadan mestinya menyisakan "embun hikmah" yang harus diresapi dan diamalkan. Ia melihat nilai keikhlasan, prasangka baik, tawakal, dan optimisme sebagai modal utama bagi aparatur negara untuk tetap tegak di tengah terpaan cobaan kehidupan yang kian kompleks. Syawalan, menurut Sultan, adalah telaga spiritual yang mencerahkan hati sekaligus menguatkan iman sebagai petunjuk jalan menuju kepastian.
Gubernur yabg juga Raja Keraton Yogyakarta tersebut juga menyoroti bagaimana semangat Idulfitri harus mampu mengurai kembali kekusutan hubungan antar sesama. Di tengah masyarakat yang kerap diterpa perbedaan nalar dan pikir dalam menyikapi suatu permasalahan, Sri Sultan meminta para pejabat dan warga untuk tetap mengedepankan kejernihan berpikir serta empati. Ia mengingatkan bahwa sosok yang arif adalah mereka yang memiliki rasa takut untuk melanggar berbagai aturan dan norma yang berlaku.
“Sudah selayaknya kita mampu berpikir jernih dan empatik. Karena bagi orang-orang yang arif, ia akan takut melanggar berbagai aturan dan norma yang ada, seiring prinsip Mulat Sariro, Jumangkah Jantraning Laku,” tutur Sri Sultan HB X.
Falsafah tersebut menjadi pengingat agar setiap pengambilan kebijakan selalu didasari oleh sikap mawas diri yang mendalam. Gayung bersambut, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengamini arahan tersebut sebagai pijakan untuk membenahi pelayanan publik.
Bupati Harda memandang nilai kesabaran dan kejujuran hasil tempaan Ramadan harus termanifestasi dalam tata kelola pemerintahan yang humanis guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menyadari tantangan Sleman ke depan akan semakin kompleks, mulai dari pertumbuhan penduduk, dinamika ekonomi, hingga perkembangan teknologi yang menuntut respons cepat dan tepat.
“Pelayanan publik bukan sebatas rutinitas pekerjaan, namun menjadi bentuk pengabdian pada masyarakat. Integritas merupakan landasan utama dalam setiap langkah pengabdian,” ujar Harda Kiswaya. Ia meyakini, berbekal integritas ini, ASN Sleman akan menjadi pelopor perubahan dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan responsif.
Bupati Harda juga menegaskan komitmen Pemkab Sleman untuk terus mendorong peningkatan kapasitas ASN agar menjadi insan yang mumpuni dan profesional. Pertemuan itu dihadiri pula oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, GKR Hemas, GKBRAyA Paku Alam, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, serta segenap Forkopimda dan para pamong kalurahan se-Kabupaten Sleman.
Acara ditutup dengan prosesi jabat tangan yang hangat antara jajaran pemerintah daerah dengan Gubernur DIY, sebuah simbolisasi keharmonisan dan sinergi birokrasi di wilayah Yogyakarta. (*)
Syawalan di Sleman, Sri Sultan HB X: Orang Arif Takut Melanggar Norma
7 April 2026 05:20 7 Apr 2026 05:20
Fajar Rianto, Muhammad Faizin
Redaksi Ketik.com
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut jabat tangan Bupati Sleman Harda Kiswaya dalam rangkaian agenda Syawalan di Sleman. Dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan menekankan pentingnya prinsip Mulat Sariro dan kejernihan berpikir bagi ASN agar tidak melanggar aturan serta norma yang berlaku. (Foto: Prokompim Sleman for Ketik.com)
Tags:
Sri Sultan HB X Pemkab Sleman Syawalan Idulfitri 1447 H Harda Kiswaya DIY Integritas ASN Etika Birokrasi Pendopo Parasamya Mulat Sariro Danang Maharsa Pamong KalurahanBaca Juga:
May Day 2026: Jalan Tengah Bupati Harda Kiswaya Menjaga Harmoni Industri di SlemanBaca Juga:
110 Anak Sleman Ikuti Khitanan Massal Spesial Hari JadiBaca Juga:
Sleman Gas Pol! Dirjen Dukcapil Beri Jempol untuk Capaian Identitas Digital di "Bumi Sembada"Baca Juga:
Aneh! JPU Kejari Sleman Belum Terima Salinan Putusan Eks Bupati Sri Purnomo, Waktu Kian MepetBaca Juga:
Sambut Hari Jadi ke-110, Pemkab Sleman Gelar Gebyar Husada 2026: Ada Operasi Katarak hingga USG GratisBerita Lainnya oleh Fajar Rianto
3 Mei 2026 19:00
Groundbreaking Mapolda DIY Dimulai, Jadi Simbol Modernisasi dan Pelayanan Humanis Kepolisian
3 Mei 2026 01:00
Kapasitas Maguwoharjo Terbatas, Bupati Harda Siapkan Nobar PSS di Lapangan Pemda
2 Mei 2026 18:00
Misteri 'Mic' Lirih dan Senyum Sri Purnomo, Potret Janggal di Balik Vonis Tanpa Uang Pengganti Rp10,9 Miliar
1 Mei 2026 18:01
May Day 2026: Jalan Tengah Bupati Harda Kiswaya Menjaga Harmoni Industri di Sleman
1 Mei 2026 08:36
110 Anak Sleman Ikuti Khitanan Massal Spesial Hari Jadi
1 Mei 2026 08:01
Sleman Gas Pol! Dirjen Dukcapil Beri Jempol untuk Capaian Identitas Digital di "Bumi Sembada"
Trending
UPTD SDN Ombul 2 Sampang Raih Juara 3 Lomba Inovasi Pendidikan 2026
Kisah Guru Yasi yang Sukses Ajarkan Anak Tunarungu Pacitan Menari dengan Mata
Temu Kangen Alumni MAN 1 Tulungagung Angkatan 2004, 22 Tahun Terpisah Kini Kembali Eratkan Silaturahmi
29 Tahun IMAN Malang Raya: Momentum Merajut Solidaritas Alumni Nurul Jadid
